Motorcycle Product Development
Industri sepeda motor di Indonesia sebagian besar di kuasai oleh Brand Jepang seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki. Keempat Brand tersebut umumnya mempunyai tipe produk yang saling berkompetisi dan mempunyai diferensiasi rendah. Misalkan jenis produk sepeda motor matic, hampir ketiganya memproduksi dan saling berkompetisi. Honda dengan Beat, Yamaha dengan Mio, dan Suzuki dengan Spin.


Produk Kompetisi Motor Matic
Brand tersebut mempunyai pasar yang luas karena memang Segmen dan Target market mereka sangat luas. Untuk itu mereka memposisikan mereka pada wilayah pasar yang luas pula. Maksudnya dari segi gender, umur, kelas sosial dan penghasilan hampir semuanya mereka rengkuh. Pria maupun wanita, muda maupun tua, kelas sosial bawah maupun atas serta penghasilan kecil maupun besar menjadi target pasar mereka. Oleh karena itu, mereka membuat jenis motor dengan berbagai tipe agar mampu mengakomodasi keinginan mereka semua. Misalkan Honda, mulai dari Supra-Fit yang murah meriah sampai CBR yang mahal.
Namun, ada sebuah Brand motor yang mempunyai Segmen dan Target Market yang relatif khusus. Oleh karena itu, dia memposisikan Brand mereka secara khusus. Hanya kalangan dengan lifestyle dan income yang tinggi yang menjadi target market mereka. Brand tersebut adalah Harley-Davidson.
Harley-Davidson merupakan sepeda motor buatan Amerika Serikat. Brand ini mampu menjadi “spirit” warga Amerika pada zaman dahulu. Bahkan pada tahun 1990-an pembeli mencapai daftar tunggu. Mereka mampu menciptakan produk yang mempunyai efek emosional yang tinggi dengan desain yang unik dan jauh berbeda dari produsen sepeda motor lain. Mulai dari bentuk sampai suara motor mencerminkan sebuah keunikan Harley-Davidson seperti Super Glide dan Low Rider. Hanya dari melihat atau mendengar suaranya saja orang akan tahu bahwa itu adalah Harley-Davidson. Dan sang pemilik mempunyai perasaan kebanggaan tersendiri apabila mereka menaiki motor ini.
Sejak zaman pertama kali dibuat, Harley-Davidson lebih mementingkan sebuah gaya tersendiri yang mampu memberi kebanggaan pada pelanggan. Namun, seiring perkembangan zaman, Harley-Davidson kurang bisa mengambil pasar generasi baru yang lebih mementingkan kecepatan ketimbang style. Harley-Davidson ingin memperluas pasarnya agar pengendara generasi baru bisa dia rengkuh.
Harley-Davidson sendiri mempunyai varian motor balap VR1000 yang berlaga khusus di ajang balap. Mempunyai desain racing dan jauh berbeda dari sebuah gaya Harley-Davidson. Kecepatan motor ini sesuai selera para pengendara generasi baru. Namun, apakah pelanggan yang sudah loyal bisa tetap setia jika gaya Harley-Davidson berubah? Ini sangat beresiko. Oleh karena itu, dibentuklah tim khusus untuk menangani proyek ini. Proyek yang akan melahirkan Harley-Davidson generasi baru dengan nama V-ROD.
Desainer V-ROD berupaya membuat motor yang merupakan paduan tiga aliran motor. Mulai dari tampilan custom khas HD kemudian deru nafas dragster, dan terakhir deru mesin motor pacuan balap di superbike. Diciptakan untuk bersaing dengan motor Jepang yang dikenal kencang. Untuk kali pertamanya, motor HD disisipi dengan teknologi injeksi bahan bakar, kem ganda, dan radiator. Motor ini mudah dikenali dengan mesin V kembar dengan sudut 60o (bukan 45o lagi), radiator, dan rangka hydroformed. Bodi dibuat dari anodized alumunium. Setiap lekuk pipa bodi dibuat dari proses tekanan air sangat tinggi.

HD Default Style
+

HD Drag Custom
+

HD VR1000 Racing
=

HD V-ROD
Tindakan dari Harley-Davidson ini merupakan Product Development guna mendukung tindakan Marketing agar target market mereka bisa semakin luas. Tindakan ini dilakukan guna menghindari kemungkinan yang buruk di kemudian hari. Sebuah perusahaan harus selalu menginovasi produknya guna tetap eksis di pasar. Harley-Davidson sudah memprediksi pergeseran tren pasar yang lebih mementingkan kecepatan dan kekuatan ketimbang gaya. Bisa saja Harley-Davidson meluncurkan motor baru dengan desain balap seperti motor balap VR1000. Namun, guna menjaga loyalitas pelanggan setia dan tetap mempunyai identitas diri yang unik Harley-Davidson harus menggabungkan kedua hal tersebut.
Tentunya inovasi di atas terbilang cukup sulit karena harus menggabungkan gaya dengan kecepatan dan kekuatan. Tidak tanggung-tanggung, V ROD dibangun bekerjasama dengan pabrikan kenamaan mobil kencang yaitu Porsche karena memang pihak Harley-Davidson sendiri mendapatkan berbagai kesulitan saat mendesain motor ini. Namun, setelah hampir empat tahun berkutat akhirnya Harley-Davidson mampu melahirkan produk generasi barunya ini.
Ini merupakan keputusan bijak, langkah survive yang visioner. Steve Wasser, marketing Harley-Davidson Milwaukee USA berujar,”Apapun tanggapan miring soal motor ini. Harley-Davidson harus mampu menjawab semua tantangan. Motor harus canggih dan performa hebat!”.
Bandingkan industri otomotif Amerika di roda empat, General Motors. Tetap mempertahankan image mobil dengan dimensi besar, kapasitas bengkak, itu berbanding lurus dengan tenaganya yang ujung-ujungnya boros bahan bakar. Tidak hanya di kala krisis global menerpa tetapi sebelum itu, publik Amerika sendiri enggan menggunakan mobil buatan negaranya. Mereka malah membeli produk Jepang atau Asia lainny yang lebih irit bahan bakar, ramah lingkungan, dan mudah serta murah perawatannya.
Walaupun banyak yang kontra terhadap inovasinya tetapi tindakan Harley-Davidson ini patut diacungi jempol guna tetap survive menghadapai tren pasar yang berubah.
Referensi:
Discovery Channel “Birth of V-ROD”



0 komentar:
Posting Komentar